Sejarah Asal Usul Sabung Ayam Tradisional di Indonesia

Dalam artikel kali ini Betberry sebagai agen S1288 Sabung Ayam akan menceritakan sejarah asal usul sabung ayam tradisional yang ada di Indonesia, Sabung ayam telah menjadi tradisi di setiap kota di Indonesia karena tradisi ini telah dikenal sejak zaman kuno. Namun, tradisi sabung ayam kini telah disalahgunakan untuk judi, hal itu tentu saja dilarang oleh pemerintah. Itu sebabnya jika polisi mencium perjudian adu ayam, pelaku akan segera ditangkap. Lalu apa sebenarnya sejarah asal usul sabung ayam di Indonesia?

Sejarah Asal Usul Sabung Ayam Tradisional di Indonesia

Adu ayam dalam sejarah Indonesia secara fundamental berbeda untuk setiap wilayah atau kota di Indonesia. Tradisi pertarungan ayam di Indonesia tampaknya telah berabad-abad, pertaruhan ayam harus diperiksa lebih dekat antara perjudian dan ritual keagamaan. Sabung ayam pada awalnya merupakan ritual dalam upacara keagamaan, tetapi perkembangan tradisi-tradisi ini bahkan digunakan sebagai taruhan uang judi. Bagaimana sejarahnya di Indonesia?

  1. Jawa
    Sejarah sabung ayam di Jawa berasal dari cerita rakyat Cindelaras itu. Raja Jenggala Cindelaras memutuskan untuk bertarung dengan ayamnya sendiri. Jika ayam Cindelaras berjuang untuk kalah, ia harus dipenggal tetapi jika ia menang maka setengah dari kekayaan milik Raja Jenggala Cindelaras. Dalam pertarungan ternyata ayam ayam Cindelaras mampu mengalahkan raja ayam hanya dalam beberapa menit. Akhirnya, Raja Jenggala mengakui keagungan ayam Cindelaras dan mengakui bahwa ia adalah putranya yang lahir dari seorang ratu yang telah diasingkan karena iri pada selir kerajaan.
    Selain itu, ternyata perjudian ayam juga memainkan peran penting dalam pembentukan politik di Jawa, itu adalah artikel panjang kerajaan Singosari mengadakan sabung ayam dan dalam acara tersebut dilarang membawa senjata api, salah satunya adalah belati.
    Anusapati berencana menghadiri judi ayam, tetapi ibu Anusapati, Ken Dedes, disarankan untuk tidak melepaskan belati yang menempel di tubuhnya. Ketika acara adu ayam berlangsung, Anusapati mengeluarkan belati yang dibawanya dan ternyata ketika adu ayam terjadi kekacauan besar yang menewaskan Anusapati yang dibunuh oleh Tohjaya yang merupakan saudara kandung Anusapati ini.
  2. Bugis
    Di komunitas Bugis ternyata pertarungan ayam telah dikenal sejak lama dan telah melekat pada hari ini. Menurut Gilbert Hamonic bahwa komunitas Bugis terkenal dengan mitologi ayamnya, ini dapat dibuktikan dengan pemberian gelar Sultan Hasanuddin, Haanties van het Oosten yang berarti “ayam dari timur ‘.
    Sosok Sawerigading yang merupakan tokoh utama dalam sebuah epik seperti judi ayam mitos, telah diceritakan dalam buku La Galigo. Dalam buku itu juga dilaporkan bahwa di masa lalu belum berani mengatakan jika mereka tidak memiliki kebiasaan berjudi, minum anggur, dan berkelahi ayam atau berkelahi judi ayam. Jadi seseorang harus membuktikan tiga hal jika ingin disebut berani.
  3. Bali
    Di Bali, pertaruhan ayam yang disebut ‘tajen’ berasal dari perkusi rah yang merupakan salah satu upacara tradisional masyarakat Hindu. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan menyelaraskan hubungan antara manusia dan Buddha agung. Dalam upacara ini, beberapa hewan dikorbankan, kerbau, babi, bebek, ayam dan ternak lainnya. Dengan mengorbankan hewan-hewan ini adalah menyembelih leher binatang itu setelah mantra oleh para pemimpin agama. Sebuah upacara tradisional yang menggunakan pertarungan ayam adalah lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam dalam upacara tradisional dimaksudkan untuk mengadakan pertempuran suci dan ternyata tradisi ini telah dilakukan sejak zaman kuno. Ini didasarkan pada prasasti dan prasasti batu Batur pada 944 Saka.

Demikianlah artikel tentang sejarah asal-usul tradisi sabung ayam di Indonesia, yang telah ada selama berabad-abad dan masih banyak dipraktikkan oleh masyarakat.